ZUHURA PALESTINE

“Tidak! Tidak akan!”

“Apa salahnya?”

Wanita itu masih pucat dan lemah menyampaikan argumennya. Keringat dinginnya mengucur di seluruh bagian wajah. “Kau sedang tidak berpikir dengan akal sehat.”

“Aku sadar sekarang. Dan aku sangat mengerti dengan apa yang sedang aku pikirkan.”

“Dia anak perempuan pertama kita. Itu hadiah yang kau berikan padanya?”

Ingin berkata. Namun akhirnya laki-laki itu pun trenyuh juga. Air matanya luluh. Bukan menangisi anak perempuannya. Tapi menangisi wanita polos di depannya ini. Wanita yang telah dia nikahi apa adanya. Murni gadis desa yang masih benar-benar virgin. Terlalu malah. Tidak menempuh pendidikan tinggi seperti dirinya. Ya, hatinya berpendapat, ketidak tahuan seorang wanita akan dunia global merupakan satu nilai plus kesucian mereka. Walau orang-orang mengatakannya ketinggalan jaman, tidak up date dan gaptek masa bodo. Dia sangat mencintainya. Memilihnya merupakan pertaruhan yang sangat besar bagi kemajuan hidupnya. Namun dia menilai wanita seperti itulah yang benar-benar wanita. Tipe wanita yang dia inginkan. Dan sekarang, dia tidak tega kalau harus melampiaskan semua bebannya pada istri tercintanya itu.



Ya, bisa dibilang istrinya sedang tidak tahu apa-apa. Dia tak tahu masalah yang sedang mereka hadapi sekarang. Dan mungkin dia takkan mengerti.

Sebenarnya dia tak ingin bertengkar hanya gara-gara perbedaan pendapat kecil ini. Kalau istrinya menurut, maka semua masalah akan selesai.

“Aku sudah memilih nama-nama yang lebih baik baginya. Dan kurasa itu jauh lebih cocok.”

“Seperti apa?” pertanyaan memancing. Karena sebenarnya laki-laki itu sudah bisa menebak.

“Mar’atus Shaliha... atau Nurul Hidayati, Nur Fitria atau mungkin Fatimah Az-Zahra.”

Tepat sekali. Pas seperti yang dipikirkannya. Nama-nama itu bukan mendapat referensi dari mana-mana. Akan tetapi dia serap dari nama saudara-saudaranya yang cantik-cantik. Tidak kreatif memang, tapi bukan itu masalahnya. “Lalu apa salahnya dengan Zuhura Palestine?”

“Aku tidak ingin mendoakan putri pertamaku mendapat nasib seperti orang-orang Palestine, dengan memberi nama dia itu.”

“Doanya bukan pada Palestine-nya. Tapi pada kesucian darah dan jiwa yang mengalir pada orang-orang Palestine. Jangan menghilangkan kata Zuhura. Jiwa mereka pejihad. Kematian mereka sangat mulia.”

“Anak kita baru lahir dan kau sudah memikirkan kematian?”

Laki-laki itu tersentak. Aduh... dia merasa bingung sekali bagaimana harus menjelaskannya. Di sisi lain hatinya ini sudah hancur. Dia sudah sakit setengah mati. Dia seakan kehilangan semangat hidup.

Baiklah, sebenarnya di sini titik permasalahannya. Di sinilah letak dimana dia tidak bisa menjelaskan secara gamblang kepada istrinya. Putri pertamanya baru lahir. Sangat manis dan lucu. Dan tentu saja. Sangat berharga. Ini adalah harinya yang ke tujuh. Acara Aqiqah akan segera digelar beberapa jam lagi dan dia masih berdebat dengan istrinya masalah nama. Hari-hari sebelumnya dia sudah istikharah dan istrinya juga sudah setuju dengan nama pertama. Zuhura Palestine. Namun tanpa sepengetahuannya, ternyata istrinya menyiapkan nama yang lain. Dan diam-dia menentang usul pertamanya.

Antara kesal, jengkel, dan sedih.

Sudah tidak bisa diselamatkan, Pak. Paling lama satu bulan. Mungkin dua bulan. Kelainan jantungnya sudah parah. Allah memang Maha Tahu segalanya. Dan juga Maha Menakdirkan semua. Tapi,itu prediksi yang tidak main-main dari kami. Kami sudah mempelajari ilmunya dalam waktu yang lama. Sebaiknya bapak persiapkan mental bapak dengan istri bapak. Iman itu ;lebih dari segalanya.’ Dia masih ingat dengan jelas kata-kata itu. Tim dokter yang dia bayar dalam persalinan istrinya.

“Orang sana itu tidak pernah lepas dari kedhaliman. Negaranya bodoh. Irak bahkan membunuh Zaidi. Padahal menurutku, pelempar sepatu itu adalah pahlawan.” Polos sekali istrinya.

“Al-Zaidi tidak mati, istriku. Aku mencari beritanya dimana-mana. Dan dia belum mati. Kalau pun dia didhalimi orang negaranya sendiri, pasti bukan orang Irak yang salah. Kalau Saddam Husein, presiden besar mereka saja bisa dibuat seolah-olah rakyat Irak yang membunuh, apalagi orang sekecil Zaidi. Provokasi mereka canggih. Israel dan Amerika itu pandai. Kita tidak tahu dan tidak sampai pada pikiran dan kekejaman mereka.”

“Provokasi?”

“Ya, keterkaitan Amerika dan Israel tak bisa membohongi dunia. Dalam menjajah kita. Menjajah kekayaan kita. Menjajah agama dan budaya kita. Menjajah orang-orang kita. Mereka...”

“Lalu mengapa nama anak kita harus Palestine?”

“Zuhura Palestine.”

“Apa sajalah. Mereka itu tertindas suamiku.”

“Palestine itu tidak seperti yang kau bayangkan. Palestine begitu indah dan menakjubkan. Sangat istimewa. Menjadi tempat suci berbagai agama. Diagung-agungkan dan menjadi tempat yang paling banyak tertumpahkan darah suci. Dan kesucian mereka begitu agung. Putri kita begitu istimewa. Bagi kita, bagi keluarga kita, bagi agama, bagi dunia. Dia begitu istimewa. Seperti Palestine.”

“Yang lain masih banyak yang lebih indah. Mengapa kau memilih negara yang sekarang masih ditindas? Yang bahkan, semua negara di dunia berusaha menolong namun tak bisa.”

Ingat Zuhura-nya!! Kesucian, itulah yang kita cari dari putri kita! Putri yang mungkin sebentar lagi sudah melayang seperti para syuhada’ yang sekarang bertumpah darah di sana. Dia akan menjadi bidadari yang tercantik di antara mereka.

Masya Allah!! Seandainya kau tahu! Seandainya kau tahu bahwa hanya sebuah nama yang indah yang bisa kita hadiahkan padanya. Nama yang mengandung doa penuh makna.

Tak sampai suara hatinya itu keluar lewat mulutnya yang bergetar. Sebenarnya bukan hanya mulut. Seluruh tubuhnya gemetar. Hanya dia yang tahu perkataan dokter itu. Tidak. Bagaimana mungkin dia mengatakan itu. Allah yang Tahu. Bahkan Allah yang membuatnya tahu. Kalau tidak, dia sudah memohon-mohon untuk tidak diberitahu. Menanti kehilangan sungguh jauh lebih menyakitkan dibanding berhadapan dengan kematian. Nyawa diri sendiri tak ada harganya dibanding jika harus membayangkan yang dicintai terenggut. Dan waktu sudah tak banyak lagi.

“Pokoknya aku tetap tidak setuju dengan nama itu. Aku takut putriku akan mengalami nasib sama dengan orang-orang Palestine dalam hidupnya.”

Suaminya bernafas panjang. Sesak dan berat menahan beban. Pandangan teduhnya mengatakan, bukan nama itu berarti bukan juga jajaran nama-nama tak kreatif tadi. Ah tapi... hatinya sudah terpaut dengan nama bidadari yang dipilihkannya itu. Zuhura Palestine.

“Baiklah, istriku, sayangku. Kita bicarakan pelan-pelan. Yang kita permasalahkan sekarang hanyalah sebuah nama. Padahal, apalah arti sebuah nama. Oke, aku tahu itu doa. Dan tentu saja aku juga tidak sembarangan dalam memilih doa bagi putri yang sangat kucintai. Putri pertama sebagai karunia pernikahan kita. Yang kau beratkan dari nama itu adalah kata Palestine. Kau takut dia bernasib sama dengan orang-orang Palestine. Menderita. Coba kita maknai kata Palestine dengan jernih. Kenapa kau tak coba untuk berpikir ke depan. Mungkin dunia memang benar-benar neraka bagi mereka. Penderitaan tiada habisnya dalam berdekade-dekade. Sama sekali tidak memiliki kemampuan dan kekuatan. Bahkan sangat sulit untuk hanya sekedar meneriakkan sebuah kata ‘keadilan’. Mereka tak sanggup meraih bahagianya hidup. Bayi-bayi mereka tak diberi kesempatan menatap masa dewasa. Wanita-wanita mereka sudah tak sanggup bernafas harap. Dan para laki-laki, sudah malu untuk menyebut diri mereka pahlawan keluarga. Karena pertumpahan zaman sekarang tak hanya melanda kaum mereka. Akan tetapi wanita dan anak-anak juga menjadi korbannya. Palestine sedang benar-benar tenggelam dalam kemelut kedhaliman. Dan tak ada yang bisa melakukan apa-apa. Politik mana yang bisa mengalahkan Amerika? Kecerdasan, kesetiaan, persatuan dan kekejaman mana yang bisa mengalahkan Israel? Itu memang sudah tertakdir dan sudah tertulis. Sudah tergaris bahwa Yahudi dan Nasrani akan selamanya memusuhi kita sampai kita mengikuti mereka. Keadilan memang tak pernah bisa dutuntut di dunia istriku. Kebahagiaan abadi tak bisa diminta di dunia. Namun pikirkan sisi yang lain. Orang-orang Palestine yang sekarang, adalah orang-orang yang memiliki takdir paling bahagia. Tuhan tidak menyia-nyiakan hidup mereka. Mereka dipersiapkan untuk memperoleh kebahagiaan yang jauh lebih lama dari dunia. Kebahagiaan yang abadi. Takdir mereka sudah ditetapkan dan itu adalah kebahagiaan abadi itu sendiri. Betapa bahagianya mereka di surga. Percuma kita menuntut ‘siapa yang salah-siapa yang salah? Siapa yang bertanggung jawab.’ Percuma. Tak ada yang bisa menjawab. Allah yang akan menjawabnya. Bahwa Dia yang sebenarnya bertanggung jawab akan semua ini. Apa kita akan menyalahkan Dia sedangkan Dia memperlakukan darah-darah yang tumpah di Palestine dengan begitu terhormatnya? Sedang Dia menjanjikan kebahagiaan tiada tara kepada mereka? Lebih dari itu. tak hanya Allah yang memuliakannya. Seluruh dunia sekarang sudah iri padanya. Bagian dunia mana yang mengutukinya? Semua mengerti dan semua tahu. Bahkan semua orang memuliakan darah mereka.”

Istrinya menunduk. Kini beranjak menuju tempat tidur bayi mungil mereka. Box bayi mungil.

“Nama Palestine itu begitu indah seandainya kita tahu. Goresan takdir untuk mereka adalah goresan terindah dibanding kita-kita sekarang. Kau tak senang putri kita memiliki nasib seperti mereka? Dijanjikan kebahagiaannya? Disayang dan sangat diistimewakan Tuhan? Tidakkah...” laki-laki itu menghentikan kata-katanya melihat istrinya bertingkah aneh.

“Kenapa istriku?”

Istrinya mematung saat menggendong anak mereka. Dia memandang tak percaya pada anaknya.

“Kenapa? Ada apa?” laki-laki itu masih belum mengerti.

Istrinya tak berhenti memandang anak mereka dengan pandangan aneh. Dan sekarang rautnya berubah. Menjadi sangat ketakutan. Tangannya gemetar.

Sampai dia hampir membanting bayi itu. Kalau saja suaminya tak menangkapnya hingga tak jadi terjatuh.

“Hei! Apa-apaan kau ini?!” laki-laki itu membentak perbuatan istrinya. Tiba-tiba... perasaan itu tiba-tiba datang. Ketakutan juga melandanya. Dia tak berani menebak apa yang terjadi. Mulutnya terkunci. Bayi itu kini ada di genggamannya. Dia peluk erat-erat tanpa berani dia lihat. Dia rasakan masih hangat.

Kemudian istrinya tersedu. “Astaghfirullah... Ya Allah... Allah...”

Walau masih tak mengerti, entah kenapa, laki-laki itu turut menangis. Dia benar-benar tak ingin menebaknya. Secepat inikah?

“Suamiku, anak kita tak mau bangun sejak kemarin maghrib. Dia tak menangis dan tak mau bangun sampai sekarang. Dia... dia hanya diam...”

Runtuh sudah benteng ketegarannya. Lutut laki-laki itu terasa lemas.

“Kenapa? Kenapa dia tak mau bangun? Dia terlalu nyeyak. Ada apa dengan dia?” wanita itu tersesak tangis.

“Astaghfirullah... ” dia mencoba menata kekuatan kembali. Dia berusaha melihat keadaan bayi di genggamannya itu.

Benarlah. Yang dia rasakan masih hangat tadi adalah selimutnya. Bayi itu. Kaku. Dingin. Tangisnya tak terbendung. Ingin rasanya meraung-raung. “Innalillah...”

Mendengar itu. Istrinya tak sadarkan diri.

“Tuhan benar-benar menjanjikan kebahagiaan abadi bagimu, anakku... Zuhura... Palestine.”

Di hari ke tujuh hidupnya. Sebuah nama seharusnya tercantum malam nanti. Di acara aqiqah sekaligus doa kematiannya.

Benarlah. Zuhura Palestine memang namanya.

Semoga, dia merasakan kebahagiaan Syahid Palestine sebagai imbalan hidupnya yang tak... seberapa lama.



Read More…

apa sih internet itu???

  • Internet merupakan jaringan rangkaian komputer [ networking ] dengan rangkaian komputer lain di seluruh dunia. Internet berguna untuk kita berkomunikasi dan bertukar informasi, file, data, suara, gambar dan sebagainya antara individu dan manusia diseluruh dunia.
  • Internet - adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia. Setiap komputer dan jaringan terhubung - secara langsung maupun tidak langsung - ke beberapa jalur utama yang disebut internet backbone dan dibedakan satu dengan yang lainnya menggunakan unique name yang biasa disebut dengan alamat IP 32 bit. Contoh: 202.155.4.230 .
  • Dengan ber INTERNET kita dapat memperoleh berbagai informasi apa saja dimana saja dan kapan saja [ no limit, anywhere and anytime ]. Anda tinggal ke search engine Dunia seperti Yahoo dan google. Ketik kalimat yang Anda ingin cari maka akan ditampilkan alamat website yang memberikan informasi tersebut.


  • Komputer dan jaringan dengan berbagai platform yang mempunyai perbedaan dan ciri khas masing-masing (Unix, Linux, Windows, Mac, dll) bertukar informasi dengan sebuah protokol standar yang dikenal dengan nama TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
  • TCP/IP tersusun atas 4 layer (network access, internet, host-to-host transport, dan application) yang masing-masing memiliki protokolnya sendiri-sendiri.
  • Dengan internet kita dapat ...
    • Berkomunikasi koresponden surat-menyurat dengan menggunakan e-mail
    • Memperoleh informasi dengan menerusi World Wide Web(WWW)
    • Memindah file dengan menerusi File Transfer Protocol (FTP)
    • Video streaming yaitu dengan fasilitas ini kita dapat nonton file video, radio online dan sebagainya di komputer
    • Akses dan control komputer jarak jauh (remote login) menerusi Telnet
    • Berkomunikasi online/langsung seperti sms di handphone hanya di sini bedanya kita dapat bercakap langsung dengan beberapa orang sekaligus dengan menggunakan Internet Relay Chat (IRC)
    • Kemudian terdapat chating lain yang baru yang memungkinkan kita chatting dengan langsung dapat melihat gambar orang yang sedang chat juga ( technologi video streaming ) yaitu dapat kita gunakan MSN ( yahoo messenger / hotmail messenger )
    • Kelompok yang menggunakan Newsgroup sebagai wadah pemberitaan
    • Mengadakan forum elektronik, sebuah forum yang dapat di baca umum dan dapat kita komentari
    • Untuk perusahaan dapat dipergunakan untuk central transaction controller, seperti ATM, credit card dan sebagainya langsung connect ke server perusahaan tersebut dengan bantuan jalur internet
    • Dan technology yang terbaru adalah VOIP yaitu dapat bertelepon dengan kemana saja dengan bantuan jalur internet [ sehingga telepon pun menjadi lebih murah ]
  • Oleh sebab itu internet sangat - sangat berguna di masa sekarang dan yang akan datang. Seperti yang telah di ramalkan oleh Bpk Microsoft kita Mr Bill Gates bahwa suatu saat setiap rumah akan memiliki komputer seminim-minimnya 1 dan akan saling terhubung melalui jaringan internet. Jika Anda tergolong orang yang masih awam mengenai komputer maka Anda harus cepat-cepat belajar karena dunia masa depan adalah dunia informasi. Dengan teknologi internet ini maka informasi apa saja dapat Anda peroleh dalam sekejap mata.

Read More…

Israel Menggempur Sasaran Baru di Gaza


GAZA CITY,SABTU-Pasukan Israel menggempur puluhan lokasi baru di Gaza, Sabtu (10/1). Pesawat mereka juga menjatuhkan selebaran berisi peringatan kepada penduduk Gaza bahwa Israel meningkatkan serangan. Pendeknya, Israel tak menggubris seruan PBB untuk melakukan gencatan senjata meski sudah menewaskan 800 warga Palestina dalam dua pekan serbuannya ke Gaza. Sementara itu, gerilyawan Hamas juga terus menembakkan roket ke Israel selatan. "IDF (Pasukan Pertahanan Israel) akan meningkatkan operasi di Jalur Gaza," bunyi selebaran dalam bahasa Arab. "IDF tidak memusuhi penduduk Gaza tetapi hanya melawan Hamas dan teroris. Jagalah keselamatan dengan mengikuti perintah kami."

Selebaran itu mendesak penduduk Gaza tidak membantu Hamas dan menjauhkan diri dari kelompok yang memerintah Gaza tersebut. Militer Israel mengatakan lebih 15 milisi tewas dalam pertempuran Sabtu malam. Pesawat tempur mereka menggempur sekitar 40 sasaran. Termasuk 10 lokasi peluncuran roket, fasilitas gudang senjata, terowongan, dan pelontar misil antipesawat. Di hari sama, sebuah tank Israel menewaskan sembilan orang di sebuah kebun rumah di kota Jebaliya, Gaza utara. Di tempat lain, seorang wanita tewas akibat tembakan tank di kota Beit Lahiya. Tim medis mengatakan sembilan orang yang dibunuh Israel di kebun itu berasal dari satu keluarga dan termasuk dua anak-anak dan dua wanita. "Penduduk membawa mereka ke rumah sakit dengan sebuah mobil. Mereka meletakkan semua jenzah dalam satu bagasi karena tubuh korban hancur," kata adiminitrator rumah sakit, Adham Hakim. Militer Israel mengatakan, bahwa pihaknya tidak akan mengeluarkan komentar apapun tentang terbunuhnya sembilan warga sipil tersebut. Pekan Ketiga Sementara itu AFP dalam laporannya dari Kota Gaza mengatakan, penyerangan pasukan Israel terhadap para pejuang Hamas di Gaza telah memasuki pekan ketiga, Sabtu. Saat yang sama, babak baru diplomasi sedang dilakukan untuk menghentikan perang yang telah menewaskan lebih dari 800 orang, terutama wanita dan anak-anak, meskipun Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah menyerukan gencatan senjata. Mesir telah mempelopori upaya-upaya yang didukung Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan pertempuran, yang mengundang protes di seluruh dunia muslim, dan Presiden Mesir Hosni Mubarak dijadwalkan bertemu dengan timpalannya Presiden Palestina Mahmud Abbas, Sabtu. Delegasi Hamas, termasuk untuk pertama kalinya pejabat-pejabat senior dari Gaza selain para anggota pemuka Hamas yang berada di pengasingan yang bermarkas di Damaskus, juga hadir dalam perundingan-perundingan dengan Kepala Intelijen Mesir Omar Suleiman. PBB mengumumkan bahwa pihaknya akan melanjutkan operasi-operasinya di Gaza, segera setelah menerima jaminan keamanan dari Israel setelah terjadinya serangan yang mematikan terhadap salah satu konvoi PBB itu. ()Selebaran itu mendesak penduduk Gaza tidak membantu Hamas dan menjauhkan diri dari kelompok yang memerintah Gaza tersebut. Militer Israel mengatakan lebih 15 milisi tewas dalam pertempuran Sabtu malam. Pesawat tempur mereka menggempur sekitar 40 sasaran. Termasuk 10 lokasi peluncuran roket, fasilitas gudang senjata, terowongan, dan pelontar misil antipesawat. Di hari sama, sebuah tank Israel menewaskan sembilan orang di sebuah kebun rumah di kota Jebaliya, Gaza utara. Di tempat lain, seorang wanita tewas akibat tembakan tank di kota Beit Lahiya. Tim medis mengatakan sembilan orang yang dibunuh Israel di kebun itu berasal dari satu keluarga dan termasuk dua anak-anak dan dua wanita. "Penduduk membawa mereka ke rumah sakit dengan sebuah mobil. Mereka meletakkan semua jenzah dalam satu bagasi karena tubuh korban hancur," kata adiminitrator rumah sakit, Adham Hakim. Militer Israel mengatakan, bahwa pihaknya tidak akan mengeluarkan komentar apapun tentang terbunuhnya sembilan warga sipil tersebut. Pekan Ketiga Sementara itu AFP dalam laporannya dari Kota Gaza mengatakan, penyerangan pasukan Israel terhadap para pejuang Hamas di Gaza telah memasuki pekan ketiga, Sabtu. Saat yang sama, babak baru diplomasi sedang dilakukan untuk menghentikan perang yang telah menewaskan lebih dari 800 orang, terutama wanita dan anak-anak, meskipun Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah menyerukan gencatan senjata. Mesir telah mempelopori upaya-upaya yang didukung Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan pertempuran, yang mengundang protes di seluruh dunia muslim, dan Presiden Mesir Hosni Mubarak dijadwalkan bertemu dengan timpalannya Presiden Palestina Mahmud Abbas, Sabtu. Delegasi Hamas, termasuk untuk pertama kalinya pejabat-pejabat senior dari Gaza selain para anggota pemuka Hamas yang berada di pengasingan yang bermarkas di Damaskus, juga hadir dalam perundingan-perundingan dengan Kepala Intelijen Mesir Omar Suleiman. PBB mengumumkan bahwa pihaknya akan melanjutkan operasi-operasinya di Gaza, segera setelah menerima jaminan keamanan dari Israel setelah terjadinya serangan yang mematikan terhadap salah satu konvoi PBB itu.(kompas)

Read More…

Goes to Second Season



Mempunyai nama besar, pemain berkualitas, dan didanai oleh perusahaan yang besar yang ternama sudah sangat cukup bagi klub profesional sekelas Arema. Tapi itu semua tidak mampu dimanfaatkan menjadi sebuah prestasi dalam ajang ISL ini. Terpuruk di peringkat 9 dan tersingkir di babak awal Copa Indonesia dari tim divisi utama bukanlah sebuah hal yang pantas bagi tim jawara Copa Indonesia dua kali.



Berbagai alasan atas kegagalan dalam pencapaian target yang dicanangkan management dalam putaran pertama, yaitu berada dalam big four-pun dikeluarkan tim pelatih. Suara-suara sumbang mulai terdengar dari luar. Aremania tidak habis pikir mengapa tim kesayangannya tidak mampu mengeluarkan bersaing dengan klub-klub papan atas ISL. Mereka menuntut agar jajaran management dan pelatih tidak tinggal diam atas kejadian ini. Sang allenatore, Gusnul Yakin, melakukan pencoretan terhadap pemain-pemain yang kurang berkontribusi di putaran pertama dan membuka “gerbang” seleksi bagi pemain asing yang ingin bermain di Arema. Pemain yang menjadi korban pencoretan tersebut yaitu Aaron Nguimbat, Esaia Pello Benson, Jefry Prasetyo, Dodik Kurniawan, Ali Usman, dan I Komang Mariawan. Di samping itu pemain seleksi datang silih berganti belum mampu memikat hati sang treinador untuk menempati pos yang ditinggalkan pemain-pemain yang dicoret tersebut. Namun ada beberapa nama yang memikat Aremania, antara lain Leo Citescue, mantan pemain PSM Makassar. Saat uji coba melawan PS Kaki Mas di Stadion Kanjuruhan(6/12), ia menunjukkan skill yang bisa dikatakan cukup bagus. Sementara di sector striker, sepeninggal Emile Bertrand Mbamba, Arema masih belum memiliki sosok goal getter pendamping Serge. Aremania meminta agar management mampu “mengembalikan” Patricio Morales ke kandang singa. Dan permintaan tersebut akhirnya terkabul setelah terjadi deal antara Pato dengan management Arema. Semoga di putaran kedua yang akan dimulai Februari nanti, Arema mampu memperbaiki performanya dan kembali ke tempat yang “layak” dalam clasifica.
Read More…

Supporter Bola Se-Indonesia Banjiri Malang

Kota Malang menjadi lautan ribuan suporter saat berlangsungnya silaturahmi suporter Indonesia Damai II, pada hari Sabtu 6 Desember mendatang. Mereka berasal dari 65 komunitas suporter se-Indonesia, berasal dari Aceh sampai Wamena. Suporter Jakmania dari Jakarta siap menghadiri silaturahmi suporter Indonesia II di Malang, bersama puluhan komunitas suporter lainnya.




Ketua panitia Andri Sufiar SE menjelaskan komunitas suporter yang sudah memastikan hadir antara lain dari Jakmania Jakarta, Persitara (Jakarta Utara), Persita dan Persikota (Tangerang), Persikabo (Bogor), Persib (Bandung),PSIS (Semarang),Persis (Solo), PSIM (Jogjakarta),PSS (Sleman), Persijap (Jepara),Persik (Kediri),Persiba (Balikpapan),Deltras (Sidoarjo), Gresik United (Gresik),Persela (Lamongan), serta puluhan perwakilan suporter dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan berbagai daerah lainnya.

“Kegiatan kali ini lebih meriah dibanding silaturahmi suporter Indonesia Damai I di Malang,bulan Oktober 2006.Yang hadir juga jauh lebih banyak dibanding saat Indonesia Damai I tersebut,” paparnya kepada Malang Post kemarin.

Ditambahkan, kegiatan ini diselenggarakan untuk semakin mempersatukan seluruh supporter di tanah air. “Murni untuk perdamaian antar suporter se-Indonesia. Sama sekali tidak ada niatan maupun muatan apa-apa,” tegas pria yang akrab disapa Andri Lawang ini.

Bersamaan dengan silaturahmi suporter Indonesia Damai II selama sehari pada Sabtu 6 Desember yang direncanakan dihadiri Menegpora Dr.Adhyaksa Dault juga digelar Apel Akbar Anti Narkoba.

Beberapa acara digeber dalam silaturahmi ini antara lain Konvoi Suporter sekaligus penyambutan tamu yang merupakan konvoi berhadiah. Start dan finish di Stadion Gajayana, peserta konvoi diberi bendera suporter Indonesia Damai serta akan dipilih yang berpenampilan terunik tetapi tertib dan mendapat berbagai hadiah menarik.

Kemudian digelar sarasehan bertema ‘Olahraga, Kajian tentang Sportifitas dan Pendanaannya oleh Pemerintah’ di Hall Lantai III MOG Jalan Kawi. Sarasehan diikuti seluruh perwakilan supporter ini dihadiri Menegpora, Perwakilan Depdagri,Muspida Malang Raya,Akademisi dan tokoh pembina olahraga Malang Raya.
Selain itu, digelar festival band suporter, bursa oleh-oleh khas Malang, pertandingan sepakbola (fun soccer), pertandingan tinju amatir dan professional bertitel ‘Malang Superfight V’ memperebutkan piala Wali Kota Malang dan beberapa acara menarik lainnya.

Seluruh kegiatan ditutup Sabtu malam di Stadion Gajayana oleh Menegpora Adhyaksa Dault. Penutupan ditandai deklarasi supporter Indonesia Damai II dan sederet acara hiburan.Termasuk penampilan grup band supporter kebanggaan Arek Malang d’Kross yang menampilkan beberapa tokoh musisi dari Jakarta.
(sumber: MalangPost)
Read More…